Lebah Cerdas On The Road



Kereta Api Adalah Transportasi Umum Dengan Segala Kisah Di Baliknya Berjubel Setiap Hari Menjadi Bagian Dari Drama Yang Harus Dilalui Setiap Orang Yang Mengaku Dirinya Manusia Kereta Jika Membuka Mata Dna Hati, Perjalanan Dengan Kereta Api Apalagi Ekonomi Adalah Bahan Untuk Belajar Menerima Kenyataan Banyak Kejadian Menyedihkan, Miris, Tapi Ada Juga Yang Penuh Kelucuan Ramuan Hikmah Dan Humor Dari Penulis Yang Setia Sebagai Manusia Kereta Inilah Yang Akan Memberikan Pandangan Yang Berbeda Bagi Anda Yang Juga Pengguna Kereta Api Atau Hanya Mendengar Saja Tentang Cerita Seru Yang Terjadi Di Sana Obrolan Politik, Ekonomi, Bahkan Berita Berita Aktual, Ringan Dibicarakan Oleh Para Penumpang Penulis Juga Tak Hanya Bertutur Tentang Pengalamannya Naik Kereta, Akan Tetapi Juga Ketika Menggunakan Alat Transportasi Umum Lainnya Tak Usah Berkerut Membacanya Nikmati Saja Karena Beberapa Membuat Anda Sedih, Dan Beberapa Yang Lain Bisa Membuat Anda Tertawa Jika Anda Ingin Mengalami Apa Yang Diceritakan Dalam Buku Ini, Ikuti Petualangan Naik Kereta Ekonomi Yang Rutin Beroperasi Setiap Hari, Kadang Dengan Orang Yang Sama, Masalah Yang Sama Tentu Saja Tinggal Kita Maknai Dengan Cara Yang BerbedaLebah Cerdas On The Road

Is a well-known author, some of his books are a fascination for readers like in the Lebah Cerdas On The Road book, this is one of the most wanted Baban Sarbana author readers around the world.

Read ➭ Lebah Cerdas On The Road  Author Baban Sarbana – Tiffanydaniels.co.uk
  • Paperback
  • 196 pages
  • Lebah Cerdas On The Road
  • Baban Sarbana
  • Indonesian
  • 26 October 2018

10 thoughts on “Lebah Cerdas On The Road

  1. says:

    saya membeli buku ini di tahun 2009 tepatnya 11 Desember 2009 tapi entahlah, mengapa baru sore hari ini buku tersebut menyapa saya tepat ketika saya memberes bereskan tumpukan buku yang harus saya kembalikan, saya rapikan ke dalam rak lemari buku saya saya pun mulai tertarik membacanya lagi ya, membacanya lagi.dulu, waktu beli, saya belinya sih ngasal hanya karena sepertinya kereta api, perjalanan, dan juga petualangan memiliki arti yang spesial dalam hidup saya hehehehe.terus nggak tau juga gimana ceritanya kok nggak terbaca, sampe berjodoh kembali tadi sore hehehehehe lagi mungkin dah takdir kaleee ya well, intinya saya sepakat dengan apa yang dikatakan mas Baban Sarbana pada kata pengantar bukunya ketika otak kita disiapkan untuk mencari hikmah dan humor , maka saat iut pula, segala peristiwa di hadapan kita menjadi ladang hikmah yang tak pernah habis Itulah untungnya menjadi manusia ya, itulah yang sebenarnya kita cari dalam hidup HIKMAH bagaimana menjadikan diri kita berarti, setiap hari saya salut lho dengan apa yang dikatakan oleh mas Baban, bahwasannya setiap hari dia berupaya menulis blog, menuliskan hikmah apa yang ia temukan di hari itu.jujur, sebagai sama sama orang yang bergelut di dunia menulis, sebagai penulis, saya mengaku kalah telak saya tidak setiap hari dapat menuliskan sesuatu di buku harian saya, apalagi di blog saya saya kagum sekaligus iri sama sampean, Mas karena ini catatan blog, beberapa catatannya membuat saya berkontemplasi membayangkan dan mengingat ingat hal hal atau peristiwa peristiwa apa saja yang berlangsung di tahun yang dimaksud buku ini membawa memori saya mundur pada kurang lebih 5 tahun ke belakang, saat SBY masih berusaha segenap hati sebagai calon incumbent untuk dapat memenangi pemilu danmempertahankan tahtanya sebagai presiden catatan ini juga mengingatkan saya akan apa saja ulah caleg pada saat kampanye pada Syeh Puji, pada Ponari, juga pada PSSI yang kisruhnya nggak selesai selesai sampai sekarang hehehehekeren, buku ini cukup keren meski pada beberapa bab tulisannya juga berulang untuk tidak mengatakan membosankan terutama soal kecolongan di dalam kereta dan bagaimana caranya kita harus hati hati ketika naik kereta tapi aku paling suka soal tukang parkir dalam Amanah itu Jujur Paling Mentok yap, itulah yang aku rasa dibutuhkan bangsa ini kuhusnya para pemimpin kita sebuah kejujuran layaknya tukang parkir di terminal yang tetap setia menjaga barang2 Mas Baban, termasuk motornya, meski seringkali Mas Baban kelupaan kalo kontak motornya masih nygangkut di situ.bukan yang seperti sekarang kita lihat yang malah partai berkuasa baca pemimpin2 dan petinggi2 negeri ini malah tersandung beragam kasus korupsi.yang lain, aku suka bab Sopir Taksi yang Suka Ngomel sebagai penutup, Mas Baban mengatakan, Budaya ngomel nggak solutif gini mungkin mewakili banyak dari kita, yang hanya bisa protes tapi tak bisa mengubah keadaan dan orang oran yang sebenarnya bisa menguba keadaan iku malah nggak peka, bahwa jutaan orang ngomel setiap hari terakhir, di bab yang soal Syekh Puji, Ponari dan PSSI, aku juga bersetuju atas apa yang ditulis Mas Baban Bahwa memang sensasi jadi kata kunji jika ingin masuk televisi Atau dengan kata lain, masihkah kita mau meracuni otak generasi muda kita dengan tayangan yang tidak bermutu di televisi atau kita termasuk orang tua yang bisa cukup berkata tegas, Matikan Televisi ya, saya rasa inilah sekelumit flash review saya atas buku yang dapat langsung saya selesaikan hari ini juga terimakasih mas Maman buat inspirasi dan hikmah2nya yang berharga ini.

  2. says:

    buku ini lucu, aku menemukan buku ini di salah satu ruang obral Indonesia Book Fair 2012 dan nyeselnya karena cuma beli 1, padahal harusnya beli 2 atau 3 buat diberikan pada teman2 yang juga penggemar kereta, misalnya saja Ria Aprilia Dcerita tentang suka duka pengguna KRL ekonomi dari Bogor ke Depok dengan segala romantika haru dan miris, ringan buat bacaan di kereta, bahkan aku memulainya di KRL pulang dari IBF dan menamatkannya di KRL perjalanan ke kantor pagi ini cepat kan judul judul tulisan seperti diam itu emas, bergerak mungkin berlian , untuk menceritakan pergeseran di kereta menjelang turun dari KRL, atau casing itu apa adanya, sinyal itu karunia Allah , tentang ketulusan memberikan tempat duduk ada satu yang mengganggu, yaitu penulisan stasiun Pondok China, yang seharusnya ditulis Pondok Cina penggambaran suasana stasiun bogor sudah jelas banget, tapi mungkin itu karena aku yang sudah tahu bagaimana suasana dan copetnya , sedangkan bagi yang belum pernah ke sana, mungkin agak blur gambarannya.dari penggambaran kesebelasan copet dan berbagai cerita copet dan orang kecopetan, agak ketahuan bahwa di stasiun depok itu ternyata banyak copetnya. dekap tas erat2 tapi aneh juga ya, kenapa si penulis suka menaruh ponselnya di depan tas, bukannya di dalam tas jadi pengen membukukan tulisan2ku tentang KRL juga, tapi dari target 25 sampai akhir tahun, cuma 5 yang baru dituliskan, hehe pah, transportasi Indonesia

  3. says:

    Membosankan Terkadang seluk beluk kehidupan seseorang yang dijadikan bahan cerita, tidak selalu menarik untuk diekspos meskipun sudah diselipi pesan moral dan guyonan Seandainya, dalam buku ini,kecermatan teknik menulis lebih diperhatikan dan ada pengelompokan judul genre pasti lebih menarik, misalnya bab obrolan kereta, bab obrolan politik, dll serta pengurangan guyonan ala hehehehe.

  4. says:

    Sebagai pengguna kereta dan transportasi darat lainnya, saya tergoda membaca buku ini Sebuah buku yang ringan dan mengena karena merupakan catatan nyata dari perjalanan sang penulis memakai kereta.

  5. says:

    51 2013

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *